Andrikpoerwahadinigrat's Blog

Just another WordPress.com weblog

CINTAKU MENYEBRANG LAUT

Lebih baik aku pergi, lebih baik diam
dan tak kecewa, setelah langkah kita berbeda.
Luka biarlah nganga jangan resah senantiasa
tak bakal jadi telaga. Aku percaya.

Cintaku, lebih baik menyebrang laut
tidak menuju rumahmu. Krena laut
tempat rindu berpaut adalah pelabuhanku,
di mana hari-hari tak lagi mengenal maut.

Kuhapus namamu yang kutuliskan pada pantai
pada teluk, pada selat agar perahu yang kutumpangi
tak slalu berhenti mengeja kembali nuansamu.
Di seribu pulau kemerdekaanku tak lagi ada sendu.

Paris 1990

Perpisahan Betapa Menyedihkan

Perpisahan Betapa Menyedihkan

My First Waiting From Eden to the Earth

Di sini gelap gulita tapi tak lagi ada yang kutakutkan
Kamu nyata dan tegas seperti kunang-kunang di tengah malam

Rela berpeluh menunggu sampai waktu tiba tak tergambarkan
Sekarang aku bisa melihat matahari terbenam di balik awan

Aku tersenyum ketika ada tatapan hampa diseberang itu
Tersipu juga ketika dia memanggilku Bidadari Bidadari dimana kau simpan wajahmu ?

«Selamat datang, pangeranku, waktu kita demikian sempit
Silakan mengambil hakmu sudah sekian lama kamu tunggu

Dengan sayap-sayapku kini aku terbang sendiri
ku bawa serta kidung luka yang tersimpan dalam angan-anganmu

Solo-2009

Daun-Daun Jati Luruh

Berbicaralah dikau, jangan diam seribu karang
Berbicarakan dikau, jangan memandang mata telanjang.

Mengapa mesti aku terus bicara, habis sudah berkata-kata
Sementara kamu hanya terpaku memainkan jilbabmu

Bidadari, berapa pagi sudah menjemput gundah gulanamu
Aku tak ngerti hati wanita apalagi tengah mencintai
Seperti langitpun dirangkulnya tenaga habis terkuras
Membiarkan jiwa hancur raga lebur demi rindu yang dipikulnya

Apa artinya pagi dan sore aku menyapamu
Kau cuma menatap, lalu hilang

Ketika kini, suara malam mengajakmu berteman
Kamu tak lagi seperti dulu, kamu kini berubah arah
Menjauhkan diri dari sebuah kehidupan daun-daun jati
Yang menjagamu dan sedia diterpa angin setiap waktu

Senja yang membantu lepas dari kekejaman ini
Kenapa kini menyiksa dan menindasku
Tak seperti dulu, ketika bunga-bunga kemuning seputih salju
Menerbarkan wangi dan kitapun berseru: 
“I love you, I love you,”
Tetapi kini mengapa kau biarkan aku menunggu begini

Jakarta, 2009

YOU AND I JUST THE WORD Testamen for NE

Kata-kata hanyalah tipuan membuat kita tak berdaya
Kata-kata semu belaka, seperti Je t’aime, membuat kita mabuk kepayang.

Kata-kata lebih kejam dari pembunuhan, selain menindas juga menyiksa
Seperti pasukan Jepang mengintrogasi nenek moyang

Kata-kata hanyalah dendam manusia atas takdirnya
Lihatlah berapa kata yang kita ukir bersama, akhirnya hanyalah penyesalan

Oh kenapa kata-kata dengan susah payah kita puja namun rela terima balasannya
Cinta hancur rindu tercerai berai dan kitapun terpental jauh dari pantai.

Hidup tanpa kata-kata lebih baik selama kita bisa saling menjaga dan menerima

Aku kubur kata-kata dengan derai air mata, Selamat tinggal NE
Di tempatmu yang baru jauh dari kata-kata kecuali amal, ibadah dan cinta abadi
Tinggalkan semua kata yang pernah kita raih meski sekarang menjadi bukit
Hari panjang tak seperti biasanya membosankan tapi oksigen kita beri orang lain kehidupan

Hari ini kata-kata menjadi kristal-kristal keabadian berdiam dalam sanubari
Aku rela menampung kesedihan dan kucuran darah yang telah kau tumpahkan
Karena aku lahir dari api, siap hidup dengan api, dan akan mati jadi api,
sedang kata-kata hanyalah jadi abu

Solo, 2009

JARDIN DE RENDEZ-VOUS Coin d’ensemble pour une Petite Ange

Kubangunkan kau sebuah taman ketika bara apimu menyala
Di kaki Eden hari ini pertemuan tlah kita mulai
Kehangatan kembali merayapi tubuh beku, dulu tlah jadi abu

Kini hasrat bersama makin kuat tak perlu bertanya nuju kemana
Jalan sudah di depan berpeganganlah tangan kekasih kita segra menyebrang

Une Petite Ange, kubangunkan rumah kecil bagi pertemuan sakral
Di mana angin terus berhembus dan cahaya bulan tak henti memancar
Ayolah ceritakan isi hatimu kala gelora jiwa ingin menuju merapi
Saat malam terlalu larut untuk berbagi kisah derita dan malapetaka

Lihatlah sekarang biduk perahu telah meninggalkan sauhnya
Aku duduk disampingmu menjaga kemudi kemana kamu pergi

Solo, 26 Mei 2009

SONG of the FULL MOON For INA, episode: wellcome to my Pendapa

1
Aku kanslalu di pintumu, membuka pagi buta dengan senyuman
Sebelum sempat kau terbangun dan mengetukkan tangan

Pada hari terik berjalan bersamamu kaki tak terasa lelah
Tak peduli jua peluh menganak sungai kita susuri jalan berbatu ini

Tak ada yang kuharapkan selain begini dekat memandangimu
Acapkali suara adzan membahana menunggu kamu kembali
Betapa pelataranku dipenuhi bunga-bunga mawar ribuan mekar

2
Bangun, bangunlah kekasihku sudah larut malam ambil air wudhu
Cuci dan sucikan hati dengan doa dan harum bau dupa
Memohon Illahi di sepertiga malam menadahkan tangan

Eratkan niat panjatkan doa mohonkan ampunan rendahkan hati
Berkah dan mukjisat, pencerahan mengalir dalam sanubari
Bebaslah bebas menerima iklas apa yang telah digariskanNya. Amien

Solo 2009

Good bye Fall in Love Going to Tan Ju Tek, Without You Partager

Good bye, good bye fall in love, I am sorry
In the sunset I say good bye for all sadness

Lihatlah peluh yang mengucur seharian menanti di bawah matahari
Hanya ingin mendengar suaramu saja, ribuan kilometer harus kulalui

Sekarang aku tahu kau ingkar dan menyalahkan diri sendiri
Di sini di persimpangan jalan berdiri dengan air mata sambil menulis puisi
belum sampai selesai

Jangan pernah sesali,” kata pagi kepada fajar, “krena cinta sudah meninggi”
Jangan pernah berhenti,” kata laut kepada karang, “krena cinta tlah dijatuhkan”
Ya, terima sajalah pasir basah, “kata nelayan kepada kelasi, “laut tlah kering kerontang.”
Apalah artinya mengeluh, “ kata perempuan kepada lelakinya, “yang jumpa akan berpisah.”

Maka, jarak Hongkong dan Solo, bukanlah sebuah penghalang, tapi inilah
Pelabuhan yang kering airnya dan karang-karang telah jadi pasir merata

Good bye, good bye darling, I am so sorry fall in love
But in the deep sea, water has gone, you have gone too, so very early

Now, going to Tan Ju Tek, without you. So, sekarang kita berpisah maka bermainlah sendiri
Aku akan pergi juga tanpamu ke Romania bulan juli, transitpun tak lagi di Hongkongmu
Maafkan aku darling, karena kita tak jua bisa berbagi lebih lama lagi bersamamu

Hongkong, 26 Mei 2009

FIRST JUNE 2009 IN EARLY SECOND

Lalu kita bicarakan jalan retak diujung malam,
berjanji menyusurinya sampai batas zaman,
so very early morning we marriage and say « I love You »

Menikah, kata paling indah didengarkan,
seperti pertama menyentuhmu, sampai kita temukan jalan ini
agar melangkah tanpa kesia-sian,
selanjutnya kita ucapkan rindu dengan bara api

THIS IS MORNING BUT YOU OUT OF THERE Serenade for the long waiting

Too early morning you sent this flowers and tears
When I was sleeping and no voice but the sound of silence

Finally, there are vide, nothing to find
The season has gone and you stand by alone with loose leaf

Darling so very hard to say “je t’aime, aussi fort” car you never believe
This one time on the first June, suddenly we find the way
Just the way, only small step for to know this morning the heart fall in

The first time ever I saw your poesie dedicated to me
Is this something mistakes, is really dreaming like you say this morning?

There is no answer because you are out of there, just requiem not at all

Morning so silence again, may tomorrow you come with other poem
Always waiting for every morning, always say good bye when the sun rise in the east

First June in Solo, Indonesia 2009

The Sound of Lovely Singing In the heart of love match in the first june 2009

The Sound of Lovely Singing
In the heart of love match in the first june 2009

Setelah hati tertumpah dilantai aku menjadi orang lain
Puisi tak lagi lahir sunyi sepi berpulang kehadhirat Illahi
Kehadiranmu menarik seluruh perhatian detik demi detikku

Oh, pernikahan, betapa menggugah kehidupan lebih nyata
Bisa menyentuhmu, memujamu dan menutup mimpi tiap pagi

Bertengkar siang, sore dah baikkan. bertengkar sore, malam dah pelukan
This is really the sound of lovely singing, in my heart on the first june 2009

The sun never rise in the East and never set in the West
But here, in the bedroom, you know there is no bed
I am sleeping with you on the floor because your pain and sorrow

Kini tertinggal hanyalah puing-puing bekas pergulatan dan pertempuran
Dan kamu berteriak “aku ingin mati’.” Tapi mana mungkin jejak dapat ditelusuri : Keringat tlah kering, air mata bahagia tak lagi menggenang

Tutuplah pintu, biarkanlah cahaya dan angin masuk di bilik kita yang terpecah

Older entries »
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.