Andrikpoerwahadinigrat's Blog

Just another WordPress.com weblog

Daun-Daun Jati Luruh

Berbicaralah dikau, jangan diam seribu karang
Berbicarakan dikau, jangan memandang mata telanjang.

Mengapa mesti aku terus bicara, habis sudah berkata-kata
Sementara kamu hanya terpaku memainkan jilbabmu

Bidadari, berapa pagi sudah menjemput gundah gulanamu
Aku tak ngerti hati wanita apalagi tengah mencintai
Seperti langitpun dirangkulnya tenaga habis terkuras
Membiarkan jiwa hancur raga lebur demi rindu yang dipikulnya

Apa artinya pagi dan sore aku menyapamu
Kau cuma menatap, lalu hilang

Ketika kini, suara malam mengajakmu berteman
Kamu tak lagi seperti dulu, kamu kini berubah arah
Menjauhkan diri dari sebuah kehidupan daun-daun jati
Yang menjagamu dan sedia diterpa angin setiap waktu

Senja yang membantu lepas dari kekejaman ini
Kenapa kini menyiksa dan menindasku
Tak seperti dulu, ketika bunga-bunga kemuning seputih salju
Menerbarkan wangi dan kitapun berseru: 
“I love you, I love you,”
Tetapi kini mengapa kau biarkan aku menunggu begini

Jakarta, 2009

No comments yet»

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.