Good bye, good bye fall in love, I am sorry
In the sunset I say good bye for all sadness
Lihatlah peluh yang mengucur seharian menanti di bawah matahari
Hanya ingin mendengar suaramu saja, ribuan kilometer harus kulalui
Sekarang aku tahu kau ingkar dan menyalahkan diri sendiri
Di sini di persimpangan jalan berdiri dengan air mata sambil menulis puisi
belum sampai selesai
Jangan pernah sesali,” kata pagi kepada fajar, “krena cinta sudah meninggi”
Jangan pernah berhenti,” kata laut kepada karang, “krena cinta tlah dijatuhkan”
Ya, terima sajalah pasir basah, “kata nelayan kepada kelasi, “laut tlah kering kerontang.”
Apalah artinya mengeluh, “ kata perempuan kepada lelakinya, “yang jumpa akan berpisah.”
Maka, jarak Hongkong dan Solo, bukanlah sebuah penghalang, tapi inilah
Pelabuhan yang kering airnya dan karang-karang telah jadi pasir merata
Good bye, good bye darling, I am so sorry fall in love
But in the deep sea, water has gone, you have gone too, so very early
Now, going to Tan Ju Tek, without you. So, sekarang kita berpisah maka bermainlah sendiri
Aku akan pergi juga tanpamu ke Romania bulan juli, transitpun tak lagi di Hongkongmu
Maafkan aku darling, karena kita tak jua bisa berbagi lebih lama lagi bersamamu
Hongkong, 26 Mei 2009