Andrikpoerwahadinigrat's Blog

Just another WordPress.com weblog

EVERY DAY CRIYING IN FRONT OF ALLAH TOGETHER WITH YOU Pray for someone who ask about dreaming

This is dreaming but you know that is reality
You can see me and every time you sent short message, where you say:
“I love you but hate you, you are the gombal but need you”

Nah, kita saling menyakiti demi apa? kita tak bisa jujur demi siapa?
Aku melangkah kamu goyah sedang aku terpaku kamu merajuk

Di depanku kau ucapkan I love you, tapi apa? kita tak juga berhenti berkelahi
Kekasihku, kebersamaan membutuhkan keiklasan dan pengorbanan
Jangan ada yang ternoda, jangan ada yang tercela, jangan saling mencederai

Maka, nikmati indahnya tangisan, perihnya luka kerinduan
Abaikan ketakutan dan rawatlah cinta walaupun lelah dan menjengkelkan
Suatu hari nanti luka sembuh segera, takut dijemput maut dan semua mimpi kan jadi nyata

Yogya Midnite, 3 June 2009

THE SOUND OF SILENCE For my innocent

1
Sudah begini jadinya, semua tlah kupersiapkan di meja
ribuan burung melintasi ibukota menyambutnya,
semua angin berhenti di perbatasan untuk mengiringinya
tak seperti pergolakan di hati kita yang tak henti bergejolak

O… kekuatan maha dahsyat yang menindihku, siapapun kamu
Tetap terjaga dalam tali asih dengan bumimu dan langitku
Dengan burung-burung, dengan angin dan dengan semua luka

2
Semalaman mengangkat tangan betapa nikmatnya berhadapan denganMu

3
Kini, setiap pagi menunggu mentari menyebut inchen beribu kali
Tak tahu pasti menunggu kehadiranmu atau menjemput di akhirat nanti
Seperti engkau gambarkan, cinta tak saja di dunia kita nanti pasti bertemu

Bergetar harapan tak peduli apa kau tahu, seorang sendiri di pagi buta
Membaca laut memikul rindu sekian hari sudah tidak bertemu

Solo, Jum’at Pagi, 5 June 2009

TREATY OF PEACE BETWEEN INCHEN AND PUNK For the first cease fire after the cold war in early June 2009

Tak lagi ada cucuran darah dan tumpahan keringat di padang Kurusetra
Pertempuran tlah usai dan kita tlah menandatangani kesepakatan damai
Kamu mencintaiku, aku mencintaimu dengan beberapa syarat yang dilampirkan

Akhirnya, pertumpahan darah yang lebih parah ldapat dihindarkan
Kita bisa berjenguk malam meskipun kita meringkuk dalam kedinginan
Mata nanar sendirian menatap tembok pembatas seperti penjara
Tidak ada kata-kata, tidak ada letusan senjata, tinggal bau amis memenuhi udara

Inilah malam begitu mencekam, bulan tak datang, bintang juga takut kutukan
Di meja hanya lembaran kertas merah muda seperti tak bermakna, ketika luka masih nganga, ketika jiwa telah tercabik-cabik dan hati masih tercerai berai

Inchen, malam menyediakan lebih banyak lagi waktu untuk kita “Ini sangat gelap gulita” katamu, “dengan apa kita saling pandang, kabut mesiu belum juga reda”

Lalu kugayuh angin dan kau berbisik, “aku mencintaimu Punk, aku suka tembakanmu hanya melumpuhkan, kukira aku mati sungguh-sungguh
Ternyata kau benar, dunia tidaklah nyata kecuali berisi kepalsuan belaka
Kita juga sehati dalam memandang perang: perajurit luka diobati, yang mati dikuburkan, tak ada istilah kalah dan tak ada yang menang
Perdamaian adalah kemenangan kita bersama.
“Sekarang, ……….maukah kamu memberiku puisi, Punk?”

Ini malam pertama setelah perdamaian, tak seperti biasa. Hanya duka dan airmata, dan itulah puisi bagimu. Inchenku,
Moga esok hari masih tersisa kebahagiaan yang lama kita terlantarkan.

Punk, ijinkan kudekap kamu selagi aku masih bisa mendekap
Ijinkan kucium lembut di dahimu berbau peluru selagi masih mampu kucumbu
Cinta dan perang, cemburu dan perdamaian begitu membingungkan
Sekarang kita satu satu dunia, seperti kebahagiaan para serdadu kita
Yang kembali pulang kepada keluarga.

Aku bahagia Punk dan ini sangat membantu dari pada tidak sama sekali
Memang lelah berjuang melawan malam yang tak biasa
Dan inilah kesanggupan wanita meniti kehidupan yang juga tak biasa

Solo, 6 June 2009

LOOKING FOR TEARS OF ANGEL IN NORTH POLE I am landing in Toronto, at Midnite my plane stopped in base Walking out of the airpor

1
Seribu langkah kuterperangkap dalam labirint yang terbuka
Tidak ada cinta, tak ada rindu tak ada tangis
Tapi bagaimana lagi kuharus bawa pulang air mata bidadari?

Inchen…… aku tak bisa melakukannya, semua beku dan beku
Maafkan aku tlah berjanji di muka tapi tak mungkin bisa kubawa

Hanya bunga kering merah muda warna kesayanganmu dan luka hatimu
Maafkan aku, kelopaknya robek apa bisa dikembalikan seperti semula?

2
Nanti bila kita bertemu jangan pernah menangis seperti Loro Jonggrang
Ketika air mata bidadari ternyata hanya bunga-bunga salju
Apa kau membenciku, mencampakkan lalu membunuhku, pelan-pelan?
Sekarang aku menyerah tapi kamu tetap memintaku mencarikan air mata itu
O…Inchen, inchen…. sebegitukah keinginanmu untuk mahligai kebahagiaan?
Matipun tetap diburu sampai akhiratpun harus kubawakan kehadapanmu

3
Kini aku tahu keindahan dan kebahagiaan hanyalah di sini, di alam fana kita
Bukan di dunia atau di Kutub Utara, hanya putih, dingin, beku dan sepi
Dunia ini hanya tempat sementara, maka kita nikamati selagi masih bisa berbagi kata

Aku menunggumu di sana, dengan air mata,i dengan derai salju merah
Cinta terus bertahan dan tetap hidup seperti matahari walaupun dunia berhenti

Solo, 2009

Puisi untuk Semua

Dalam kehidupan ini setiap orang mempunyai banyak pilihan ntuk mengekspresikan isi hatinya, pikirannya, keinginan-keinginannya dan harapan serta kenangan yang pahit dan manis dalam berbagai bentuk. Di sini puisi merupakan salah satu bentuk dan alternatif bagi Anda untuk ekspresi diri.

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

« Newer entries
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.